TERMINOLOGI MAGNET

Terminologi Magnet

Magnet adalah suatu materi yang mempunyai medan magnet. Magnet juga merupakan logam yang dapat menari besi atau baja dan memiliki medan magnet. Magnet dapat dibuat dari bahan besi, baja, dan campuran logam serta telah dimanfaatkan untuk industri otomotif. Sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet kecil yang memiliki arah yang sama (tersusun teratur) sehingga efeknya saling meniadakan, yang mengakibatkan tidak adanya kutub-kutub magnet pada ujung logam. Benda dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan sifat kemagnetannya yaitu benda magnetik dan benda non-magnetik (Pangestuti, 2016).

Magnet dapat menarik benda lain, beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik Satuan Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit total untuk fluks magnetik adalah weber (1 weber/m2 = 1 tesla) yang mempengaruhi luasan satu meter persegi (Salamati, 2015).

Material yang diletakkan dalam medan magnet eksternal H akan terpolarisasi magnetik atau termagnetisasi M, yakni proses pensejajaran dipol magnet yang dikarenakan medan magnet dari luar. Magnetisasi juga didefinisikan sebagai momen magnet per unit volume. Hubungan antara magnetisasi M dengan medan magnet luar H dituliskan sebagai,

M=χH                                                             (2.1)

di mana χ adalah suseptibilitas magnetik yang didefinisikan sebagi magnetisasi yang terjadi per satuan medan magnet luar. Suseptibilitas dijadikan sebagai parameter kualitas material magnetik dan dasar penggolongan sifat magnetik dalam suatu material.

Pada media isotrop, M dan H mempunyai arah yang sama dengan satuan yang sama yaitu ampere per meter (Am-1) sementara χ adalah besaran skalar yang tidak berdimensi. Apabila M dalam gram molekul, maka suseptibilitas magnetnya juga dalam suseptibilitas molar yang dilambangkan χm. Besar dan lambang suseptibilitas akan bergantung tipe material magnetiknya (Puri dan Babbar, 1997).

Parameter lain yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas material magnetik yaitu permeabilitas magnetik absolut μ, yang dinyatakan sebagai,

B=μH                                                             (2.2)

di mana B adalah induksi medan magnet yang ditimbulkan akibat adanya medan magnet H dalam medium. Kuantitas terukur dalam Tesla (T).

Jika 0 adalah permeabilitas ruang hampa dan besarnya 4ð×10−7 H/m dan adalah permeabilitas relatif medium dan diberikan oleh persamaan,

μ=μ0μr                                                            (2.3)

 

Maka persamaan 4.2 akan menjadi,

μ=μ0μrH                                                      (2.4)

Besarnya μr dapat dinyatakan sebagai r=1+ sehingga persamaan 3.4 dapat pula dinyatakan,

B=μ0(1+χ)H                                                   (2.5)

Jika persamaan 4.1 disubtitusi ke persamaan 4.5 maka akan diperoleh,

B=μ0(H+M)                                                    (2.6)

Pada ruang hampa, =0, =0, =0, dan r=1 maka akan diperoleh sebagai,

B=μ0H                                                          (2.7)

Demikianlah pembahasan tentang Terminologi Magnet. semoga bermanfaat… 🙂

Tinggalkan Balasan