GEJALA-GEJALA ZAT DAN WUJUDNYA

Jalan-jalan dipagi hari merupakan aktivitas yang menyehatkan. Apalagi masih ada titik-titik air di dedaunan tumbuhan di sepanjang jalan yang kita lalui. Tentu udara disekitar tempat tersebut masih terasa segar. Titik-titik di dedaunan itu dinamakan embun. Berasal dari manakah embun itu ? Mengapa butiran-butiran embun tersebut berbentuk bulat? Kali ini Formula Fisika akan menjawabnya.

  1. Wujud Zat

Zat didefinisikan sebagai sesuatu yang menempati ruangan dan memiliki massa. Ada tiga macamm wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas. Setiap wujud zat mempunyai sifat tertentu, tabel 1. dibawah ini menjelaskan sifat-sifat zat padat, cair, dan gas

Tabel 1. Sifat-sifat zat padat, cair, dan gas

Wujud Zat Bentuk Volume Contoh
Padat Tetap Tetap Batu, kayu, besi, kaca, kertas
Cair Berubah Tetap Air, minyak goreng, susu cair
Gas Berubah Berubah Udara, oksigen, karbon dioksida

Wujud zat tidak tetap, artinya bisa berubah-ubah bergantung suhu zat tersebut. Macam-macam perubahan wujud zat:

a.   Mencair atau melebur adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.

Contoh: lilin yang dinyalakan dan coklat yang dipanaskan.

b.   Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

Contoh: air yang membeku menjadi es batu.

c.   Menguap adalah perubahan wujud dari uap (gas) menjadi cair.

Contoh: uap dari air yang direbus terus-menerus.

d.   Mengembun adalah perubahan wujud dari uap (gas) menjadi cair.

Contoh: uap air di udara menjadi titik-titik air di dalam gelas yang berisi air panas.

e.   Menyublim adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat.

Contoh: proses pemurnian yodium.

f.   Melenyap adalah perubahan wujud dari padat menjadi gas.

Contoh: kapur barus berubah menjadi gas.

Secara garis besar perubahan wujud zat di atas dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

a.   Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan yang bersifat sementara. Contoh: es mencair, air menguap, dan lilin meleleh.

b.   Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang bersifat tetap. Contoh: kertas dibakar menjadi abu, besi berkarat, pelapukan, pernapasan, peragian, dan pembusukan.

  1. Partikel-Partikel Zat

Partikel yaitu bagian terkecil suatu zat. Sedangkan atom merupakan agian terkecil dari suatu unsur. Beberapa atom bergabng membentuk molekul. Molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai sifat zat itu. Wujud suatu zat sangat tergantung pada letak molekul-molekulnya. Jadi, molekul pada zat padat, cair, dan gas memiliki sifat yang berbeda-beda. Perhatikan tabel 2. untuk mengetahui sifat-sifat molekul zat padat, cair, dan gas.

Tabel 2. Sifat molekul zat padat, cair, dan gas

Wujud Zat Letak Molekul Susunan Molekul Gerak Molekul
Padat Sangat berdekatan teratur Tidak bebas
Cair Berdekatan Tidak teratur Lebih bebas
Gas Berjauhan Tidak teratur Sangat bebas
  1. Kohesi dan Adhesi

Kohesi dan adhesi merupakan gejala yang terjadi akibat akibat adanya gaya tarik antar molekul zat.

a.   Kohesi

Kohesi yaitu gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang sejenis. Contoh: gaya tarik menarik antar molekul air dan gaya tarik menarik antar molekul raksa.

b.   Adhesi

Adhesi yaitu gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang tidak sejenis. Contoh: tulisan kapur yang melekat pada papan tulis dan gaya tarik-menarik antara molekul-molekul air dengan molekul-molekul kaca tabung reaksi.

  1. Miniskus

Miniskus adalah gejala melengkungnya permukan zat cair pada daerah perbatasan dengan wadah. Ada dua macam miniskus, yaitu:

a.   Miniskus cekung

Permukaan air pada tabung melengkung ke bawah (cekung). Miniskus semacam ini disebut miniskus cekung. Hal ini disebabkan gaya adhesi antara molekul-molekul air dengan molekul-molekul molekul-molekul kaca tabung reaksi lebih besar dari pada gaya kohesi antarmolekul air.

b.   Miniskus cembung

Gejala miniskus cembung terjadi karena gaya kohesi antarmolekul raksa lebih besar dari pada gaya adhesi antara molekul-molekul raksa dengan molekul-molekul kaca tabung reaksi. Contoh miniskus cembung yaitu air di atas daun talas.

  1. Kapilaritas

Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa sempit (pipa kapiler).

Contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  1. Naiknya air tanah melalui pembuluh kayu tumbuhan.
  2. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor atau sumbu lampu minyak.
  3. Air menetes daris salah satu ujung saputangan yang ujung lainnya dicelupkan ke dalam air.

 

Demikianlah materi yang dapat dibagikan Formula Fisika tentang Gejala-Gejala Zat dan Wujudnya, semoga bermanfaat. 🙂

Tinggalkan Balasan