BARIUM FERIT DAN SIFAT MAGNET BARIUM HEKSAFERIT

Barium Ferit

          Barium ferit adalah bahan magnet keras yang memiliki bahan utama oksida besi. Barium ferit juga disebut sebagai magnet ferit. Magnet keras (ferit) yang banyak digunakan dalam aplikasi biasanya tersusun atas barium atau stronsium dengan oksida besi. Bahan magnet ferit memiliki sifat mekanik dengan kekerasan dan sifat magnetik yang cukup tinggi. Barium ferit memiliki karakteristik yang unggul, yaitu suhu Curie yang relatif tinggi, gaya koersivitas tinggi, medan anisotropi yang tinggi, serta stabilitas kimia dan ketahanan korosi yang sangat baik (Nowosielski et al., 2008). Meskipun, karakteristik produk energi maksimumnya (BHmaks) lebih rendah dibandingkan dengan magnet keras lainnya, seperti NdFeB, SmCo, dan Alniko (Yamauchi et al., 2009).

Sifat Magnet Barium Heksaferit

          Besaran fisis yang dapat digunakan untuk mengetahui besarnya sifat magnetik suatu bahan adalah besarnya harga induksi remanen (Br), koersivitas (Hc) dan produk energi maksimum (BHmaks). Induksi remanen didefinisikan sebagai nilai induksi B yang sisa apabila suatu bahan dimagnetisasi jenuh dan kemudian medan magnet luar diturunkan menjadi nol, sehingga induksi remanen sering juga disebut magnetisasi sisa. Koersivitas adalah medan balik yang dibutuhkan untuk mengembalikan induksi magnet B menjadi nol dari harga B = Br. Sedangkan BHmaks adalah hasil kali B dan H yang terbesar pada kuadran kedua kurva histeresis (Johan, 2010).

          Selain itu, sifat magnet dapat ditentukan dari ukuran butir, walaupun tidak secara langsung berkorelasi. Korelasi antara true density dengan ukuran partikel adalah berbanding terbalik. Semakin kecil ukuran partikel, maka kepadatannya akan semakin besar. Hasil uji kekerasan menunjukkan bahwa hubungan antara kekerasan dengan ukuran partikel adalah juga berbanding terbalik. Semakin besarnya kadar Alumina yang ditambahkan pada BaFe12O19 dan dibantu dengan proses sinter akan menurunkan kadar pori dari bahan serta sangat berpengaruh terhadap ukuran butir sehingga mempengaruhi sifat ekstrinsik bahan magnet barium heksaferit dibandingkan tanpa aditif (Ayu et al., 2012).

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Barium Ferit dan Sifat magnet Barium Heksaferit. Semoga bermanfaat… 🙂

Tinggalkan Balasan