Monthly Archives: April 2017

KOEFISIEN MUAI PANJANG DAN ALAT UKUR DIAL-GAUGE

Koefisien Muai Panjang

Koefisien muai panjang suatu benda adalah perbandingan antara pertambahan panjang terhadap panjang awal benda persatuan kenaikan suhu. Jika suatu benda padat dipanaskan maka benda tersebut akan memuai kesegala arah, dengan kata lain ukuran panjang bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Alat untuk membandingkan muai panjang dari berbagai logam adalah maschen brock. Ketika tiga batang logam yang berbeda jenis (tembaga, almunium dan besi) dan sama panjang walaupun panjang dari ketiga logam sama dengan mengalami kenaikan suhu yang sama.tetapi pertambahan panjangnya berbeda. Peristiwa yang mengikuti penambahan temperatur pada bahan adalah perubahan ukuran dan keadaanya.keadaan temperatur akan mengakibatkan terjadinya penambahan jarak rata-rata atom bahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya pemuaian (ekspensi) pada seluruh padatan tersebut. Perubahan pada dimensi linier disebut sebagai muai linier, jika penambahan temperatur ΔT adalah penambahan panjang ΔT, untuk penambahan temperatur yang kecil, maka pertambahan panjang pada tempertur (lt) akan sebanding dengan perubahan temperatur dengan panjang muai (Lo). Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi).

Continue reading

BAJA TAHAN KARAT MARTENSITIK DAN BAJA TAHAN KARAT FERRITIK

Baja Tahan Karat Martensitik

Pada dasarnya baja ini adalah baja chrom, dengan kadar chrom antara 11,5-18%. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain type 403, 410, 416, 420, 440A, 501 dan 502 yang paling popular adalah type 410 dan 416 yang sering digunakan untuk turbin blade dan benda tuangan tahan korosi. Kelompok baja tahan karena ini bersifat magnetic, dapat dicold-work dengan mudah, terutama yang dengan kadar karbon rendah, machinability cukup baik, ketangguhan baik, juga dapat dihot-work dan memperlihatkan sifat tahan korosi terhadap cuaca dan beberapa chemical yang cukup baik. Sifat tahan korosinya akan paling baik bila dalam kondisi dikeraskan, tetapi masih belum sebaik sifat tahan korosi dari kelompok ferritik dan austenitic.

Continue reading

SIFAT FISIK BAJA TAHAN KARAT DAN KEUNGGULAN BAJA TAHAN KARAT

Sifat Fisik Baja Tahan Karat:

  • Stainless steel adalah zat keras dan kuat.
  • Stainless steel bukan konduktor yang baik (panas dan listrik).
  • Stainless steel memiliki kekuatan ulet tinggi. Ini berarti dapat dengan mudah dibentuk atau bengkok atau digambar dalam bentuk kabel.
  • Sebagian varietas dari stainless steel memiliki permeabilitas magnetis. Mereka sangat tertarik terhadap magnet.
  • Tahan terhadap korosi.
  • Tidak bisa teroksidasi dengan mudah
  • Stainless steel dapat mempertahankan ujung tombak untuk suatu jangka waktu yang panjang.
  • Bahkan pada suhu yang sangat tinggi, stainless steel mampu mempertahankan kekuatan dan tahanan terhadap oksidasi dan korosi. Pada temperatur cryogenic, stainless bisa tetap sulit berubah.

Continue reading

LAPORAN PRAKTIKUM TELESKOP

TELESKOP

(Laporan Praktikum Optika)

Oleh

Kelompok I

LABORATORIUM EKSPERIMEN FISIKA

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG

2016

Continue reading

DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF PEMUAIAN DALAM KEHIDUPAN

Dampak Positif Pemuaian dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut ini beberapa peristiwa sehari-hari yang memanfaatkan pemuaian.

  1. Pemasangan Kaca Jendela 

Pemasangan kaca jendela biasanya diberi tempat celah pada bingkainya. Hal itu bermanfaat jika kaca memuai pada waktu siang hari. Jika tidak menggunakan celah, pada saat memuai kaca dapat pecah.

  1. Pemasangan rel kereta api

Semisal dengan pemasangan kaca, yaitu pemasangan sambungan rel kereta api. Jika kamu perhatikan, sambungan antarrel kereta api juga diberi jarak. Hal itu bertujuan agar pada saat memuai rel tidak bengkok, sehingga tidak membahayakan perjalanan kereta api.

Continue reading

SIFAT DAN PEMAKAIAN BAJA PADUAN

Sifat dan Pemakaian Baja Paduan

  1. Baja Nickel (seri 2xxx)

Nickel merupakan unsur paduan yang paling tua. Kelarutannya di dalam austenit dan ferrit tinggi memberikan kekuatan dan ketangguhan yang tinggi sekali, memberikan kekuatan, dan ketangguhan yang tinggi. Nickel juga menurunkan kadar carbon di dalam ferlit, sehingga baja mengandung lebih banyak ferlit daripada baja carbon. Dan ferlit terbentuk pada temperatur yang lebih rendah (nickel adalalah unsur penstabil austenit) menyebabkan ferlitnya lebih halus, lebih tangguh.

Baja nickel cocok digunakan sebagai baja konstruksi kekuatan tinggi yang dipakai pada kondisi a-rollet, atau benda berupa yang besar yang tidak dikeraskan. Baja nickel dengan 3,5% Ni dan carbon rendah banyak digunakan sebagai baja untuk carburising, dipakai untuk roda gigi, baut piston rod, dan lain-lain. Dengan 5% Ni, baja lebih kuat dan lebih tangguh, digunakan untuk beban yang lebih besar. Keberatan dalam pemakaian nickel adalah harganya yang mahal, sehingga sekarang pengguaannya semakin berkurang.

Continue reading

PENGARUH UNSUR PADUAN PADA DIAGRAM TRANSFORMASI DAN TEMPERING

Pengaruh terhadap Diagram Transformasi

Unsur paduan ikut berpengaruh juga terhadap diagram transformasi. Semua unsure paduan, kecuali Cobalt, akan menghambat pembentukan ferrit dan sementit pada pendinginan, sehingga akan menggeser kurva transformasi ke kanan. Sebelumnya juga telah dipaparkan bahwa semua unsure paduan kecuali Cobalt, menurunkan temperature pembentukan martensit Ma juga Mf nya. Ini semua menyebabkan martensit lebih mudah terbentuk, sehingga dapat dikatakan bahwa unsure paduan akan menaikkan hardenability baja.

Hanya saja perlu diingatkan bahwa semakin rendahnya Ma dan Mf seringkali menyebabkan timbulnya banyak austenite yang ditahan, karena mungkin Mf sudah sedemikian rendahnya, lebih rendah daripada temperature kamar sehingga pada temperature kamar masih banyak terdapat austenite, sehingga kekerasan tidak mencapai yang diharapkan.

Continue reading

PENGARUH BAJA PADUAN TERHADAP FERRIT DAN DIAGRAM FASE

Pengaruh terhadap Ferrit

Semua unsur yang membentuk larutan padat akan menaikkan kekerasan dan kekuatan. Demikian pula dengan unsur paduan yang larut ke dalam ferrit, akan menaikkan kekerasan dan kekuatan ferrit. Memang pengaruh dari masing-masing unsur tidak sama, hal ini digambarkan pada grafik Gambar 5.2. Dari grafik itu, ternyata Si dan Mn unsur paduan yang paling sering dijumpai, mempunyai pengaruh yang paling besar, sedangkan Cr mempunyai pengaruh yang paling kecil.

Gambar 5.2. Pengaruh unsur paduan terhadap kekerasan ferrit

Continue reading

PENGARUH UNSUR PADUAN PADA BAJA

Pengaruh Unsur Paduan

Selain mempunyai harga yang relatif murah, baja karbon sudah cukup memuaskan untuk dipergunakan bila persyaratan kekuatan, keuletan dan lain-lain tidak terlalu tinggi, baja karbon juga cukup baik digunakan pada temperatur kamar dan pada kondisi lingkungan yang tidak terlalu korosif. Baja karbon dapat mencapai kekuatan yang tinggi dengan menaikkan kadar karbonnya, tetapi ini sangat menurunkan keuletan dan ketangguhannya. Kekuatannya akan banyak berkurang bila bekerja pada temperatur yang agak tinggi. Pada  temperatur rendah ketangguhannya menurun cukup drastis. Baja karbon mempunyai hardenability yang umumnya agak rendah, dan setelah pengerasan mudah menjadi lunak kembali bila mengalami pemanasan. Hal-hal tersebut merupakan hambatan dalam penggunaan baja karbon.

Continue reading

KLASIFIKASI BAJA DAN KODIFIKASI BAJA

Klasifikasi Baja

Baja adalah paduan yang paling banyak digunakan manusia, jenis bentuknya sangat banyak. Karena penggunaanya sangat luas berbagai pihaksering membuat klasifikasi menurutpekerjaan masing-masing.

Ada beberapa cara mengklasifikasikan baja, antara lain:

  • Menurut cara pembuatannya; baja basserner, baja siernens (Open hearth), baja listrik, dan lain-lain.
  • Menurut penggunaanya; baja kontruksi, baja mesin, baja-baja kabel, baja perkakas, dan lain-lain.
  • Menurut kekuatannya; baja kekuatan rendah, baja kekuatan light
  • Menurut strukturmikronya; baja cutektoid, baja hypoeutektoid, baja hypeutektoid, baja austenitic, baja ferritik, baja martensitik, dan lain-lain.
  • Menurut komposisi kimianya; baja, karbon, baja paduan rendah, baja paduan tinggi, dan lain-lain.
  • Dan lain-lain.

Continue reading