Monthly Archives: Januari 2017

DIFRAKSI FRESNEL DAN DIFRAKSI FRAUNHOFER

PENGERTIAN DIFRAKSI

Difraksi adalah pembelokan cahaya bila mengenai suatu pengahalang, misalnya tepi celah, kawat atau benda-benda lain yang bertepi tajam. Di sini terlihat perumusan bahwa cahaya berjalan lurus itu gagal. Pengahalang ini hanya dapat meneruskan sebagian kecil dari gelombang yang datang, Manahan sebagian muka gelombang yang dapat melalui lubang celah dapat terus, yang lainnya terhenti atau kembali. Cahaya masuk melalui celah yang cukup lebar akan membentuk bayangan geometris pada layar. Bagian yang terang persis sama lebar dengan lebar celah. Di luar bagian yang terang adalah bayangan geometris. Sekarang bila celah dipersempit, maka bagian yang terang pada layar akan melebar ke daerah bayangan geometrinya.

Continue reading

PENGERTIAN TEKANAN DAN TEKANAN HIDROSTATIS

Pengertian Tekanan

Pengertian tekanan akan mudah kita pahami setelah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Mengapa pisau yang tajam lebih mudah memotong dari pada pisau yang tumpul? Mengapa paku yang runcing lebih mudah menancap kedalam benda dibandingkan paku yang kurang runcing? Pertanyaan diatas sangat berhubungan dengan konsep tekanan. Konsep tekanan identik dengan gaya, gaya selalu menyertai pengertian tekanan. Tekanan yang besar dihasilkan dari gaya yang besar pula, sebaliknya tekanan yang kecil dihasilkan dari gaya yang kecil. Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa tekanan sebanding dengan gaya. Mari kita lihat orang memukul paku sebagai contoh. Orang menancapkan paku dengan gaya yang besar menghasilkan paku yang menancap lebih dalam dibandingkan dengan gaya yang kecil.

Continue reading

HUKUM ARCHIMEDES DAN PENERAPAN HUKUM ARCHIMEDES

HUKUM ARCHIMEDES 

Hukum archimedes memberikan pemahaman kepada kita tentang tekanan yang terjadi pada benda yang diletakan pada zat cair. Hukum archimedes ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Yunani pada tahun 187-212 SM yang bernama Archimedes. Archimedes adalah seorang penemudan ahli matematika dari Yunani yang terkenal sebagai penemu hukum hidrostatika atau yang sering disebut Hukum Archimedes.

Pada saat kita berjalan atau berlari di dalam air, kita tentunya akan merasakan bahwa langkah kita lebih berat dibandingkan jika kitamelangkah di tempat biasa. Gejala ini disebabkan adanya tekanan dari zat cair. Pengamatan ini memunculkan sebuah hukum yang dikenal Hukum , yaitu : “Jika sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mendapat gaya yang disebut gaya apung (gaya ke atas) sebesar berat zat cair yang dipindahkannya”.

Continue reading

PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

PENGERTIAN SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Spektrum gelombang elektromagnetik. Gelombang elektormagnetik adalah perambatan kuat medan listrik (E) dan kuat medan magnetik (H) yang saling tegak lurus satu sama lain yang tidak lain merupakan perambatan energi berupa radiasi dan tidak memerlukan medium dalam perambatannya dengan kecepatan rambat sebesar c= 3 x 108 m/s (kecepatan cahaya), berupa gelombang transversal.

Adapun spektrum gelombang elektromagnetik adalah jangkauan ataurentang dari semua radiasi gelombang elektromagnetik yang mungkin. Dalam spektrum gelombang elektromagnetik biasanya diungkapkan dalam frekuensi gelombang (f), panjang gelombang (λ) dan tenaga per foton (partikel cahaya). Spektrum ini secara langsung berkaitan saling berkaitan dan saling tumpah tindih untuk batas antar spektrumnya. Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sianr gamma dengan panjang gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang radio engan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu jelas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Dalam mengungkapkan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Manfaat spektrum gelombang elektromagnetik cukup banyak dan sangat vital dalam kehidupan sekarang.

Continue reading

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI RANGKAIAN RC

RANGKAIAN RC

( Laporan Praktikum Fisika Komputasi )

Oleh

Siti Fatkhul Ulum

1417041083

LABORATORIUM FISIKA KOMPUTASI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG

2016

Continue reading

ANGKA PENTING DAN NOTASI ILMIAH

ANGKA PENTING

Pengertian Angka Penting

Kita pahami bersama bahwa angka yang diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur tertentu dinamakan dengan angka penting atau angka tidak eksak. Nah, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan angka penting ini mengapa kita harus mempelajarinya? maka kali ini akan menjelaskan tentang yang angka penting kemudian bagaimana aturan penulisan angka penting dalam pelaporan fisika seperti pada laporan praktikum maupunpun pada perhitungan fisika, berikut penjelasnnya.

Aturan Penulisan Angka Penting Fisika

Angka penting adalah angka terdiri atas angka pasti dan angka ragu-ragu / taksiran. Angka 1,5 dan 1,9 pada penggunaan mistar merupakan angka pasti karena ditunjukkan oleh skala yang ada pada mistar tersebut. Sedangkan angka 5 dan 9 disebut angka ragu-ragu karena hasil menaksir. Nah, kita lanjut pada aturan angka penting.

Continue reading

PENGERTIAN BUMI DAN TEORI PERKEMBANGAN BUMI

PENGERTIAN BUMI SECARA UMUM

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama.Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik  dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan.Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan.

Continue reading

PENGERTIAN SINAR X DAN SEJARAH PENEMUAN SINAR X

PENGERTIAN SINAR X

Sinar X merupakan suatu gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang cenderung sangat pendek, akan tetapi memiliki energi yang sangat besar. Sinar X juga mempunyai daya tembus yang sangat tinggi. Selain itu, sinar X juga memiliki kemampuan mengionisasi atom dari materi yang dilewati, selanjutnya menjadikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Sinar X mempunyai ukuran panjang mulai dari 0,01 sampai 10 nanometer dengan frekuensi mulai dari 30 petaHertz sampai 30 exaHertz dan mempunyai energi mulai dari 120 elektroVolt hingga 120 kilo elektroVolt. Kemampuan sinar X menembuh bahan sering kali dimanfaatkan pada bidang medis, seperti dalam ranah Radiologi Diagnostik.

Continue reading

PROSES TERJADINYA SINAR X DAN SIFAT-SIFAT SINAR X

PROSES TERJADINYA SINAR X

Sinar x dibentuk ketika elektron-elektron bebas melepaskan sebagian energinya ketika berinteraksi dengan elektron yang mengorbit atau dengan nukleus atau inti atim. Energi yang dilepaskan oleh elektron ini adalah Foton Sinar X.

Proses terjadinya sinar x adalah sebagai berikut :

a. Katoda (filament) dipanaskan (besar dari 20.0000C) sampai menyala dengan mengalirkan listrik yang berasal dari transformator.

b. Karena panas electron-elektron dari katoda (filamen) terlepas.

c. Sewaktu dihubungkan dengan transformator tegangan tinggi, elektron-elektron gerakannya dipercepat menuju anoda yang berpusat di focusing cup.

d. Awan-awan elektron mendadak dihentikan pada target (sasaran) sehingga terbentuk panas (99%) den sinar x (1%).

e. Pelindung (perisai) timah akan mencegah keluarnya sinar x, sehingga sinar x yang terbentuk hanya dapat keluar melalui jendela.

f. Panas yang tinggi pada target (sasaran) akibat benturan electron dihilangkan dengan radiator pendingin.

Continue reading

TEORI RELATIVITAS NEWTON DAN TEORI RELATIVTAS KHUSUS EINSTEIN

TEORI RELATIVITAS NEWTON

Gerak benda didefinisikan sebagai berubahnya kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Jadi, untuk menyatakan bahwa benda itu bergerak kita harus menentukan suatu titik acuan yang digunakan sebagai patokan. Misalnya, Iwan dan Eka pergi ke Surabaya dengan naik kereta api, menurut pengamat yang berdiri diam di stasiun mengatakan Iwan itu bergerak, sedangkan menurut Eka yang duduk di samping Iwan di dalam kereta itu mengatakan Iwan itu diam tidak bergerak. Jadi dalam hal ini Iwan dapat dikatakan diam atau bergerak tergantung pada titik acuan yang dipakai. Apabila kerangka acuan adalah stasiun, dikatakan Iwan bergerak. Akan tetapi, jika kerangka acuan yang digunakan adalah Eka yang duduk disamping Iwan di dalam kereta api, maka Iwan itu dikatakan diam. Jadi, benda yang bergerak itu bersifat relatif, yaitu tergantung pada kerangka acuan yang digunakan. Berdasarkan contoh peritiwa di atas maka kerangka acuan dapat dibedakan menjadi dua yakni kerangka acuan yang diam dan kerangka acuan yang bergerak. Gerak benda yang bersifat relatif dikenal dengan teori relativitas.

Continue reading