Monthly Archives: Juni 2016

KARAKTERISTIK MATAHARI DAN KARAKTERISTIK PLANET

KARAKTERISTIK MATAHARI

Benda langit di jagat raya ini jumlahnya banyak sekali. Ada yang dapat memancarkan cahaya sendiri ada juga yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya memantulkan cahaya dari benda lain. Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri (sumber cahaya). Matahari dan bintang mempunyai persamaan, yaitu dapat memancarkan cahaya sendiri. Matahari merupakan sebuah bintang yang tampak sangat besar karena letaknya paling dekat dengan bumi. Matahari memancarkan energi yang sangat besar dalam bentuk gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet tersebut adalah gelombang cahaya tampak, sinar X, sinar gamma, sinar ultraviolet, sinar inframerah, dan gelombang mikro. Sumber energi matahari berasal dari reaksi fusi yang terjadi di dalam inti matahari. Reaksi fusi ini merupakan penggabungan atom-atom hidrogen menjadi helium. Reaksi fusi tersebut akan menghasilkan energi yang sangat besar. Matahari tersusun dari berbagai macam gas antara lain hidrogen (76%), helium (22%), oksigen dan gas lain (2%). 

Continue reading

DEFINISI, FUNGSI, DAN JENIS-JENIS KAPASITOR

Definisi Kapasitor

Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas.

Continue reading

PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS-JENIS RESISTOR

Pengertian Resistor

Secara definisi, resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu. Nilai resistansi atau hambatan tersebut berfungsi untuk membatasi serta mengatur arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika. Pada umumnya, bentuk resistor yang sering kita jumpai di pasaran adalah bulat panjang dengan beberapa lingkaran warna. Resistor dapat disingkat dengan huruf “R”, dan memiliki satuan “Ohm”. Kata Ohm sendiri diambil dari nama penemunya yakni Georg Simon Ohm yang merupakan seorang fisikawan hebat asal Jerman. Komponen resistor sendiri terbuat dari bahan isolator, sehingga mampu menghambat arus listrik. Komponen yang satu ini bekerja berdasarkan hukum Ohm, di mana nilai tegangan terhadap resistansi sebuah resistor berbanding lurus dengan arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian elektronika. Untuk lebih mempermudah pemahaman anda, berikut akan kami sampaikan info mengenai rumus Ohm.

Continue reading

ISTILAH-ISTILAH DALAM BUNYI

Pengertian Bunyi

Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal getar terdiri dari gelombang harmonis, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi atau frekuensi yang diukur dalam satuan getaran Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam satuan tekanan suara desibel (dB). Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Continue reading

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Definisi Gelombang Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat tanpa memerlukan medium danmerupakan gelombang transversal. Namun gelombang elektromagnetik merupakan gelombang medan, bukan gelombang mekanik (materi). Pada gelombang elektromagnetik, medan listrik E selalu tegak lurus arah medan magnetik B dan keduanya tegak lurus arah rambat gelombang. Gangguan gelombang elektromagnetik terjadi karena medan listik dan medan magnet, oleh karena itu gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang vakum. Gelombang elektromagnetik berasal dari matahari dan angkasa; peralatan elektronik, pemancar radio/TV, satelit, monitor TV, komputer, kilat, bahan radioaktif, alat Rontgen, bara api dan blok mesin yang panas.

Continue reading

PENGERTIAN GAYA, RESULTAN GAYA, DAN GAYA GESEK

Pengertian Gaya

Pengertian gaya dalam fisika dapat diartikan sebagai suatu dorongan atau tarikan. Jika kita memperhatikan gerakan-gerakan benda, seperti melaju dan berhentinya sepeda, berubahnya arah bola karena tendangan, dan membesarnya permukaan balon yang ditiup, dapat disimpulkan bahwa gaya yang diberikan pada suatu benda dapat menyebabkan perubahan pada benda sesuai dengan gaya yang diberikan. Dorongan, kayuhan, tendangan, tarikan, atau pun hal-hal lain yang menyebabkan benda bergerak atau berhenti dari gerakannya itu disebut dengan gaya.

Perubahan-perubahan yang dapat terjadi karena gaya adalah sebagai berikut :

  1. Benda diam jadi bergerak.
  2. Benda bergerak menjadi diam.
  3. Bentuk dan ukuran benda berubah.
  4. Arah gerak benda berubah.

Continue reading

KONDUKTOR, KONDUKTIVITAS, DAN RESISTIVITAS

Bahan konduktor yang baik adalah bahan yang mudah mengalirkan arus listrik, umumnya terdiri dari logam dan air. Kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik ditunjukkan oleh besarnya harga konduktivitas listrik atau daya hantar listrik bahan tersebut (σ = sigma, Mho/m). Konduktivitas listrik berbagai bahan konduktor dalam satuan Mho/m ditunukkan oleh Tabel 1 dibawah ini.

Continue reading

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC)

Rangkaian listrik bolak-balik (AC) terdiri atas elemen-elemen rangkaian dan sumber tegangan AC. Elemen-elemen rangkaian dapat berupa hambatan (reisitor), kumparan (induktor), atau kapasitor. Analisis rangkaian AC memerlukan pemahaman konsep tegangan dan arus listrik AC serta hukum Ohm dan hukum Kirchoff

  1. Besaran Arus dan Tegangan Bolak-Balik (AC)

Tegangan bolak-balik merupakan tegangan yang nilainya berubah terhadap waktu. Demikian pula arus bolak-balik. Persamaan umum untuk arus dan tegangan bolak-balik seperti berikut.

         

Continue reading

PEMUAIAN PADA ZAT PADAT, CAIR, DAN GAS

Secara umum, zat akan mengalami perubahan volume bila suhunya berubah. Perubahan volume dapat berupa pemuaian atau penyusutan. Umunya semua zat akan memuai jika suhunya naik dan menyusut ketika suhunya turun, kecuali zat tertentu pada suhu tertentu seperti air dan bismuth. Terdapat tiga macam pemuaian, yaitu pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, dan pemuaian gas.

  1. Pemuaian Zat Padat

Pada umumnya zat padat akan memuai jika diberi panas yang menyebabkan terjadinya kenaikan suhu pada zat padat tersebut. Zat padat dapat mengalami tiga macam pemuaian, yaitu muai panjang, muai luas, dan muai volume.

a.   Muai Panjang

Muai panjang terjadi pada zat padat yang mempunyai luas penampang kecil. Oleh karena itu, zat padat tersebut dianggap hanya memuai ke arah memanjang. Muai panjang dapat diselidiki dengan alat yang disebut musschenbroek.

Continue reading

PARAMAGNETIK, DIAMAGNETIK, DAN FEROMAGNETIK

Bahan Paramagnetik dan Diamagnetik Liner

Di dalam bahan paramagnetik dan diamagnetik, magnetitasi terjadi bila ada medan magnet luar, sedangkan bila medan magnet luar itu nol, maka magnetitasinya hilang (M=0). Jika medan magnet luar tidak terlalu besar, sebagian besar bahan magnetitasinya sebanding dengan medan H, yaitu

Dimana Xm adalah susptibilitas magnetik, nilainya bergantung pada jenis bahannya, bernilai positif untuk bahan paramagnetik dan negatif untuk diamagnetik

Semua bahan yang memnuhi persamaan di atas disebut bahan linear. Karena

Continue reading