Monthly Archives: Mei 2016

DIODA ZENER

Dioda-dioda kecil dan dioda penyearah tidak pernah dengan sengaja dioperasikan dalam daerah yang mogok (breakdown), karena akan merusak dioda tersebut. Dioda zener berbeda, dioda ini adalah dioda silikon yang telah dibuat oleh pabrik untuk bekerja paling optimal pada daerah yang breakdown. Dioda zener merupakan tlang punggung pengatur tegangan, rangkaian-rangkaian yang menjaga agar tegangan beban (load voltage) hampir konstan, walupun ada perubahan yang besar pada tegangan line (line voltage) dan resistansi beban (load resistance).

Resistansi Zener

Pada perkiraan ketiga dioda silikon, tegangan maju menyebrangi dioda sama dengan tegangan kaki (voltage knee)plus tegangan tambahan menyeberangi resistansi bulk. Hal yang sama terjadi pada daerah breakdown, teganga balik menyeberangi dioda sama dengan tegangan breakdown plus tegangan tambahan menyeberangi resistansi bulk. Dalam daerah balik, resistansi bulk disebut resistansi zener. Resistansi ini sebanding dengan kemiringan di daerah breakdown, maka semakin kecil resistansi zener.  Resistansi zener mempunyai arti bahwa kenaikan arus balik akan menghasilkan kenaikan tegangan baliknya. Kenaikan tegangan sangat kecil, seringkali dalam orde sepersepuluh volt. Kenaikan yang kecil ini cukup penting pada proses perancangan, tetapi tidak begitu penting pada analisis awal dan pemecahan masalah.

Continue reading

MEDAN MAGNET OLEH ARUS LISTRIK

Hubungan magnet dengan listrik telah diamati oleh Christian Oersted (1777-1851). Oerstad menemukan bahwa ketika kompas diletakkan di dekat kawat penghantar berarus listrik, jarum kompas segera menyimpang dari arah semula. Selain itu, jarum kompas juga dapat menyimpang ketika berada di dalam medan magnet. Oersted menyimpulkan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet.

  1. Hukum Biot-Savart

Besar induksi magnet di suatu titik tergantung pada beberapa faktor, yaitu jarak titik dengan kawat berarus, kuat arus, maupun arah arus terhadap sumbu magnet. Induksi magnet sering disebut kuat medan magnet. Induksi magnet menyatakan kepadatan fluks atau kerapatan fluks magnet (B).

Continue reading

SIFAT-SIFAT FISIKA SUATU MATERI

Sifat-sifat fisika yaitu sifat-sifat ang tidak ada hubungannya dengan pembentukan zat jenis lain. Sifat-sifat fisika tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru dan didasarkan pengamatan serta pengukuran terhadap zat tanpa perubahan kimia.

Sifat-sifat fisika terdiri atas beberapa sifat berikut.

  1. Berat Jenis (Massa Jenis)

Berat jenis adalah perbandingan kerapatn suatu zat terhadap kerapatan air. Harga berat jenis identik dengan harga kerapatan karena kerapatan air adalah 1 gram/mL (1 mL air murni memiliki massa tepat 1 gram).

  1. Kerapatan

Kerapatan adalah besarnya massa pada satu satuan volume yang dinyatakan dalam kg/m3 atau g/mL, atau g/cm3.  

Continue reading

SEJARAH DAN JENIS-JENIS SINAR RADIOAKTIF

Sejarah Penemuan Radioaktif

Pada tahun 1896, Antoine Henry Becquerel menemukan garam uranium yang dapat memancarkan sinar yang dapat merusak plat photo yang ditutup dengan kertas hitam. Selain itu, sinar tersebut dapat pula menembus lempengan logam yang sangat tipis. Sinar tersebut diberi nama Sinar Radioaktif, sedangkan unsur yang dapat memancarkan sinar radioaktif disebut Unsur Radioaktif. Setelah ditemukan unsur Uranium, Marie Sklodowska dan Pierre Curie menemukan unsur radioaktif lainnya yaitupolonium (Po) danRadium (Ra). Pemberian nama unsur Polonium diambil dari nama negara asal Marie Skldowska yaitu Polandia. Sedangkan nama unsur Radium diambil dari bahasa Yunani ”radiare” yang artinya bersinar. Polonium dan Radium merupakan isotop-isotop dari unsur uranium karena unsur-unsur tersebut merupakan hasil pemisahan dari bijih uranium. Isotop-isotop yang berasal dari unsur radioaktif disebutRadioisotop. Sinar yang dipancarkan oleh unsur radioaktif dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar. Berkas sinar tersebut yaitu sinar alpha (α), sinar beta (β), dan sinar gamma (γ).

Continue reading

MACAM-MACAM PERPINDAHAN KALOR

Secara alamiah kalor berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor ada tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Ketiga cara tersebut akan dibahas pada uraian berikut.

  1.  Konduksi (Hantaran)

Pernahkah melihat cerek untuk memasak air ? Jika air dalam cerek usdah mendidih, kita tentu tidak akan menyentuh tutup cerek alumunium tersebut tanpa alas di tangan. Hal ini karena tutup cerek tersebut akan terasa sangat panas jika disentuh. Mengapa tutup cerek ikut panas padahal tidak bersentuhan langsung dengan api kompor ?

Kemudian, jika sebatang logam dipanaskan di atas nyala api, ujung lain logam tersebut juga akan ikut panas. Hal itu menunjukkan bahwa pada logam tersebut terjadi perpindahan kalor dari bagian yang lebih panas ke bagian yang lebih dingin. Tetapi partikel-partikel dari logam tidak ikut berpindah karena sifat molekul zat padat yang tidak berpindah-pindah. Perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut dinamakan konduksi. Jadi, konduksi kalor hanya merambat saja, sedangkan zat padat sebagai penghantarnya.

Continue reading

TEKNOLOGI NUKLIR DAN RADIOISOTOP SERTA APLIKASINYA

Teknologi yang memanfaatkan energi nuklir disebut teknologi nuklir. Reaktor atom (reaktor nuklir) yaitu suatu sistem untuk menghasilkan reaksi inti berupa fisi atau fusi berantai terkendali.

Berdasarkan fungsinya, reaktor atom dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Reaktor penelitian, yaitu reaktor yang digunakan untuk penelitian di bidang material, fisika, kimia, biologi, kedokteran, pertanian, industri, dan bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.
  2. Radio isotop, yaitu reaktor yang digunakan untuk memproduksi radioisotop. Radioisotop banyak digunakan dalam bidang kedokteran, farmasi, biologi, dan industri.
  3. Reaktor daya, yaitu reaktor yang dapat menghasilkan daya atau tenaga berupa kalor untuk dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya untuk PLTN.

Continue reading

GEJALA-GEJALA ZAT DAN WUJUDNYA

Jalan-jalan dipagi hari merupakan aktivitas yang menyehatkan. Apalagi masih ada titik-titik air di dedaunan tumbuhan di sepanjang jalan yang kita lalui. Tentu udara disekitar tempat tersebut masih terasa segar. Titik-titik di dedaunan itu dinamakan embun. Berasal dari manakah embun itu ? Mengapa butiran-butiran embun tersebut berbentuk bulat? Kali ini Formula Fisika akan menjawabnya.

  1. Wujud Zat

Zat didefinisikan sebagai sesuatu yang menempati ruangan dan memiliki massa. Ada tiga macamm wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas. Setiap wujud zat mempunyai sifat tertentu, tabel 1. dibawah ini menjelaskan sifat-sifat zat padat, cair, dan gas

Tabel 1. Sifat-sifat zat padat, cair, dan gas

Wujud Zat Bentuk Volume Contoh
Padat Tetap Tetap Batu, kayu, besi, kaca, kertas
Cair Berubah Tetap Air, minyak goreng, susu cair
Gas Berubah Berubah Udara, oksigen, karbon dioksida

Continue reading

METODE PENCARIAN AKAR

Metode pencarian akar terbagi menjadi 2, yaiitu metode tertutup dan metode terbuka. Metode tertutup dibagi menjadi 2 yaitu Metode Bisection dan Metode Regulasi Fals. Sedangkan metode tertutup terbagi 4 metode yaitu Lalaran Titik Tetap, Metode Newton Rapshon, Orde Konvergensi Metode Terbuka, dan Metode Secant. Untuk kesempatan kali ni akan dibahas 4 metode, yaotu Metode Bisection,  Metode Newton, Metode Secant, dan Laju Konvergensi (Orde Kovergensi Metode Terbuka).

  1.  Metode Bisection

Metode bisection atau metode bagi dua yaitu membuat dua buah bagian interval dari domain penyelesaian persamaan non linier. Proses pembagian interval tersebut mula-mula diawali dengan penentuan interval yang memuat solusi (akar) untuk f(x). Untuk penghentian pencarian akar terdapat ketentuan untuk nilai teleransi keakuratan yakni sebagai berikut:

εs<ε,εh<ε atau ηmaka = N ε N

Continue reading

KAPASITOR DAN KAPASITAS KAPASITOR

  1. Pengertian Kapasitor

Kapasitor adalah sebuah komponn listrik yang dapat digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitro kadang-kadang disebut juga kondensator. Beberapa fungsi kapasitor sebagai berikut:

  1. Meratakan arus listrik pada rangkaian catu daya (power supply)
  2. Memilih gelombang radio pada pesawat penerima radio
  3. Meniadakan bunga api listrik pada sistem pengapian kendaraan bermotor.
  4. Menyimpan muatan listrik
  5. Mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah
  6. Mengontrol frekuensi pada rangkaian osilator
  7. Penghubung (coupling)
  8. Penyimpang arus (bypass)

Continue reading

ENERGI POTENSIAL LISTRIK DAN POTENSIAL LISTRIK

  1. Energi Potensial Listrik

Energi potensila listrik merupakan besaran skalar. Energi poetensila listrik (Ep) disuatu titik b didefinisikan sebagai besar usaha (W) yang dilakukan oleh muatan q untuk memindahkan muatan uji dari titik a pada jarak tak hingga (ra =  ̴) ke titik b yang berjarak rb dari q.

W = q(V1-V2)       atau     W = ΔEp = Ep2 – Ep1 ; nilai Ep dapat dicari dengan

Continue reading