Monthly Archives: April 2016

LISTRIK STATIS, MEDAN LISTRIK, DAN POTENSIAL LISTRIK

Benda Bermuatan Listrik

Susunan Atom

Atom tersusun dari partikel-partikel kecil yang kompleks. Partikel penyusun atom ada tiga macam, yaitu:

  1. Partikel bermuatan negatif, disebut elektron
  2. Partikel bermuatan positif, disebut proton
  3. Partikel tidak bermuatan, disebut netron

Semua atom memiliki netron, kecuali atom hidrogen. Elektron bergerak mengelilingi inti atom (nukleon). Inti atom terdiri atas  proton dan elektron sama banyaknya. Benda yang kelebihan elektron disebut bermuatan negatif. Benda yang kelebihan proton disebut bermuatan positif. Benda tertentu dapat dibuat bermuatan listrik dengan cara menggosok, dalam hal ini yang ditimbulkan adalah listrik statis. Benda bermuatan listrik dapat menarik benda-benda ringan disekitarnya. Menggosok 2 macam benda tertentu akan menimbulkan muatan listrik statis.

Continue reading

GAYA GERAK LISTRIK DAN SUMBER ARUS LISTRIK

Gaya Gerak Listrik

Rangkaian listrik merupakan jalur yang digunakan untuk memindahkan energi listrik. Misalnya rangkaian listrik sederhana yang terdiri atas sebuah baterai, beberapa kabel, dan sebuah lampu. Baterai memiliki sumber muatan positif dan negatif. Reaksi yang berlangsung disebut reaksi elektrokimia. Di dalam baterai menghasilkan elektron (muatan negatif) pada terminal atas. Jika lampu dan kabel dihubungkan dengan baterai maka baterai mencatu arus listrik secara terus-menerus selama proses kimia berlangsung.

Arus listrik adalah sejumlah muatan listrik yang mengalir. Pengertian arus listrik sebenarnya adalah arus elektron, tetapi arah arus listrik ini (arus konven-sional) yaitu dari terminal positif, melewati rangkaian, dan kembali menuju ke terminal negatif baterai. Adanya beda potensial antara ujung-ujung penghantar, menyebabkan terjadinya aliran arus listrik. Arah aliran arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Sedangkan arah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi.

Continue reading

LISTRIK DINAMIS, DAYA HANTAR LISTRIK, DAN HUKUM KIRCHOFF

Listrik mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Sebagian besar kita bergantung pada peralatan listrik untuk membuat hidup kita lebih aman, lebih sehat, lebih mudah, dan lebih nyaman. Lalmpu lalu lintas, penerangan listrik, radio, dan mobil mainan, merupakan sebagian kecil peralatan tersebut. Aliran listrik didalam seluruh peralatan tersebut dikendalikan oleh hukum-hukum sederhana.

Kuat Arus

  1. Rangkaian terbuka memiliki bagian rangkaian yang terputus sehingga arus listrik tidak dapat mengalir.
  2. Rangkaian tertutup tidak memiliki bagian rangkaian yang terputus sehingga arus listrik dapat mengalir.
  3. Arus elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif.
  4. Arah arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
  5. Arus listrik dalam suatu sirkuit diukur dalam satuan ampere.
  6. Ada dua macam amperemeter, yaitu:
  7. Basicmeter yang difungsikan sebagai amperemeter.

Continue reading

PERKEMBANGAN TEORI ATOM DAN MODEL-MODELNYA

Mengenal Atom dan Model-Modelnya

Atom yang berasal dari kata atomos (bahasa Yunani) yang artinya tidak dapat dibagi. Perkembangan teori tentang atom dijelaskan sebagai berikut.

 1.  Teori Atom Dalton

Konsep atom Dalton sebagai berikut.

a.  Atom yaitu partikel yang tidak dapat dibagi lagi.

b.  Atom suatu unsur tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.

c.  Atom-atom yang berkumpul dapat menjadi molekul

d.  Atom-atom suatu unsur sama (serupa)

e.  Pada suatu reaksi kimia, atom-atom berpisah tetapi dapat bergabung lagi dengan susunan yang berbeda menurut perbandingan tertentu.

Continue reading

Radiasi Benda Hitam dan Gejala Kuantum

Radiasi Benda Hitam 

Semua zat alam semesta mampu memncarkan radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oeh suatu zat berdasarkan sifat dan suhu sumber radiasi. energi kalor radiasi. Energi kalor radiasi yang dipancarkan setiap benda memiliki kecepatan atau laju berbeda-beda. Kali ini akan dibahas mengenai radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. Benda hitam merupakan penyerap dan pemancar radiasi yang sempurna. Di alam semesta ini, belum ada benda yang hitam sempurna.

Pada tahun 1879, Joseph Stefan melakukakn pengamatan tentang benda hitam. Hasil pengamatannya dikemukakan bahwa “Daya total yang dipancarkan oleh suatu benda sebanding dengan pangkat empat suhu mutlaknya”. Beberapa tahun kemudian Ludwig Boltzman memperbaiki hasil pengamatan yang dilakukan oleh Joseph Stefan dan menghasilkan suatu hubungan yang dikenal dengan hukum Stefan-Boltzman. Hukum tersebut berbunyi “Energi yang dipancarkan oleh suatu permukaaan hitam dalam bentuk radiasi kalor tiap satuan waktu (Q/t) sebanding dengan pengkat empat suhu mutlak dan luas permukaan dari benda hitam tersebut.” Secara matematis hal ini ditulis:

Continue reading

Laporan Praktikum Kelas Bahasa C++

KELAS

(Laporan Praktikum Pemrograman Komputer)

Oleh

Siti Fatkhul Ulum

1417041083

 

LABORATORIUM FISIKA KOMUTASI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG

2015

Continue reading

Laporan Praktikum Fungsi Bahasa C++

FUNGSI

(Laporan Praktikum Pemrograman Komputer)

Oleh

Siti Fatkhul Ulum

1417041083

LABORATORIUM FISIKA KOMUTASI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG

2015

Continue reading

Hukum Gauss dan Pemakaiannya

HUKUM GAUSS

A. Definisi Hukum Gauss

Hukum Gauss menyatakan bahwa jumlah garis gaya yang keluar dari suatu permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup tersebut. Secara matematis dapat dituliskan sebagai:

 

dimana S adalah suatu permukaan tertutup, dan Σqi adalah jumlah muatan yang ada di dalam atau dilingkupi oleh permukaan tertutup S.

Sebelum membuktikan Hukum Gauss, perhatikan Gambar 1.

Continue reading

Laporan Array Bahasa C++

ARRAY

(Laporan Praktikum Pemrograman Komputer)

Oleh

Siti Fatkhul Ulum

1417041083

 

LABORATORIUM FISIKA KOMUTASI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG

2015

Continue reading

Penguat Tahapan Majemuk

PENGUAT TAHAPAN MAJEMUK

Dalam proses memperkuat sinyal sering kali timbul keperluan untuk memperkecil sejauh mungkin distorsi yang terjadi. Dalam keadaan ini alat-alat aktif yang bersangkutan harus beroperasi secara linear. Langkah pertama yang diambi dalam uraian rangkaian seperti ini adalah menggantikan ragkaian sebenarnya dengan suatu model linear. Angkah selanjutnya merupakan uaraian rangkaian untuk menentukan distorsi yang ditimbulkan oleh karakteristik transmisi dari rangkaian linear itu.

 1.   Klasifikasi Penguat

Suatu penguat dapat dipandang dari beberapa segi, yaitu menurut jangkauan frekuensinya, cara operasinya, kegunaan dalam tujuan akhirnya, tipe bebannya, cara menggandeng antartahapan (interstage soupling), dan sebagainya. Klasifikasi frekuensi mencakup penguat-penguat dc (dari frekuensi nol), audio (20 Hz sampai dengan 20 kHz), video atau pulsa (setinggi beberapa megahertz), frekuensi radio (beberapa kilohertz) sampai ratusan megahertz), dan frekuensi ultratinggi (ratusan atau ribuan megahertz). Kedudukan titik operasi tenang serta luas daerah karakteristik yang digunakan bersama-sama menentukan cara operasinya. Apakah transistor atau FET itu dioperasikan sebagai penguat kelas A, kelas AB, kelas B, atau kelas C ditentukan menurut definisi berikut.

Continue reading